Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Jantan Ditemukan Lemas di Perkebunan Ketapang

3 Min Read

Wartawan: Irvan/ Redaksi: Rizal

KETAPANG, [RADARKALBAR]— Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemas di sekitar perkebunan sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026).

Orangutan yang kemudian diberi nama Sampurna itu pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah menerima laporan, tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mendatangi lokasi.

Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalimantan Barat, Sarbanti, mengatakan tim menemukan Sampurna dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar perkebunan.

“Diduga, akibat kebakaran hutan dan lahan, orangutan bergeser dari habitatnya dan kemudian berada di area perkebunan,” kata Sarbanti.

Tim bersama dokter hewan YIARI kemudian memberikan penanganan awal di lokasi. Kondisi Sampurna diduga berkaitan dengan paparan asap pekat yang menyelimuti habitatnya selama beberapa hari terakhir.

Sehari sebelum penyelamatan, kebakaran juga terjadi cukup parah di sekitar lokasi. Saat proses evakuasi berlangsung pada Minggu pagi, asap masih terlihat cukup tebal.

 

Untuk memudahkan evakuasi sekaligus menjaga keselamatan tim dan masyarakat, Sampurna dibius. Dokter hewan YIARI kemudian memberikan bantuan oksigen dan infus karena kondisi pernapasannya terganggu.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan luka terbuka maupun luka bakar pada tubuh orangutan tersebut.

Dokter hewan YIARI, Komara, mengatakan paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak serius terhadap kesehatan orangutan, terutama sistem pernapasan.

 

“Asap karhutla mengandung berbagai partikel dan zat yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu fungsi paru-paru,” ujarnya.

 

Menurut Komara, paparan asap dalam kondisi pekat dan berlangsung selama beberapa hari dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kekurangan oksigen atau hipoksia. Kondisi Sampurna saat ditemukan mengarah pada dugaan tersebut, namun pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui dampaknya terhadap kesehatan orangutan.

 

Setelah kondisi awal ditangani, Sampurna dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk untuk mengetahui kemungkinan dampak paparan asap terhadap paru-paru dan organ lainnya.

 

Penyelamatan Sampurna juga menambah jumlah orangutan yang dievakuasi BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI akibat ancaman karhutla sepanjang Agustus 2026. Sampurna menjadi orangutan ketujuh yang diselamatkan dalam periode tersebut.

 

Direktur Operasional YIARI, Argitoe Ranting, mengatakan kondisi karhutla yang masih berlangsung membuat pihaknya meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam merespons laporan satwa terdampak.

“Tim medis dan tim penyelamatan YIARI kami siagakan selama 24 jam untuk merespons laporan dan melakukan tindakan penyelamatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” katanya.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Exit mobile version