Paceklik Air, 150 Hektare Sawah di Sedahan Jaya Terancam Gagal Panen

2 Min Read

Pewarta: Irvan/ Redaktur: Rizal komarudin

KAYONG UTARA — Paceklik air mulai menghantam sektor pertanian di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Minimnya hujan dan terus menurunnya debit air membuat tanaman padi di Desa Sedahan Jaya terancam gagal panen.

Sedikitnya 150 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut menghadapi ancaman kekeringan. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan petani dalam mengolah dan menanam lahan, tetapi juga mengancam tanaman yang sudah tumbuh.

Salah seorang petani, Jono, mengatakan kekeringan membuat pertumbuhan padi terganggu. Tanaman yang awalnya tumbuh kini kesulitan memasuki fase pembentukan bulir.

“Awalnya mulai agak tumbuh. Karena cuaca seperti ini, padi kita tidak akan keluar buah, tidak berbuah,” ujar Jono saat ditemui di sawahnya, Kamis (3/9/2026).

Bagi Jono, ancaman gagal panen bukan sekadar persoalan produksi. Bertani merupakan satu-satunya sumber penghasilannya. Ketika lahan tak lagi produktif, ia praktis kehilangan pekerjaan.

“Kita hanya bergantung kepada pertanian. Jadi untuk saat ini kita mengatakan nganggur. Kecuali ada buruh harian, kita numpang kerja,” keluhnya.

Kekurangan Air di Fase Kritis

Pengamat Pertanian Kayong Utara, Jili Jusuf, mengatakan kekeringan menjadi ancaman serius bagi tanaman padi, terutama yang telah memasuki fase pengisian bulir.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor utama agar tanaman dapat berkembang dan menghasilkan bulir secara optimal. Jika kebutuhan air tidak terpenuhi, produktivitas padi berpotensi anjlok bahkan gagal panen.

“Yang sudah tanam itu rentannya padi dengan pengisian buah sehingga hasil panen boleh dikatakan gagal. Walaupun dikasih pupuk, tapi kalau tidak ada air, padi tidak bisa berkembang dan tumbuh dengan baik,” jelas Jili Jusuf.

Kondisi tersebut membuat petani di Sedahan Jaya berada dalam situasi sulit. Di tengah paceklik air, mereka tidak hanya menghadapi ancaman kehilangan hasil panen, tetapi juga terancam kehilangan sumber penghidupan.

Jika kekeringan terus berlangsung tanpa dukungan pasokan air yang memadai, ancaman gagal panen di lahan pertanian Sedahan Jaya berpotensi semakin meluas.

 

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Exit mobile version