Kekeringan Picu Harga Cabai di Kayong Utara Melambung

Administrator
2 Min Read

Pewarta : Irvan / Redaksi: Rizal

KAYONG UTARA, [RadarKalbar]– Kenaikan harga cabai di Kabupaten Kayong Utara dipengaruhi kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Cuaca kering membuat proses budidaya cabai menjadi lebih sulit, mulai dari persiapan lahan hingga pertumbuhan tanaman.

Pengamat Pertanian Kayong Utara, Jili, mengatakan saat ini sebagian besar petani di Kecamatan Sukadana maupun kecamatan lainnya telah melakukan penanaman cabai.

Namun, tidak semua petani dapat melakukan panen. Menurutnya, petani yang masih mampu memanen cabai saat ini umumnya merupakan mereka yang memiliki lahan berdekatan dengan sumber air.

“Petani yang melakukan panen saat ini hanya petani yang berdekatan dengan sumber air,” ujar Jili, Jumat (25/9/2026).

Jili menjelaskan, kondisi kekeringan membuat persiapan lahan menjadi lebih sulit. Ketersediaan air tanah yang menurun menyebabkan petani kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk tanaman.

Selain itu, proses pembibitan dan persemaian cabai juga menjadi lebih lambat. Benih cabai lebih sulit tumbuh optimal ketika kondisi lingkungan terlalu kering.

“Persiapan pembibitan persemaian cabai itu agak lambat dan susah tumbuh. Hama juga kerap muncul di musim kering,” katanya.

Menurut Jili, kekeringan turut memengaruhi proses pembungaan tanaman cabai. Kondisi tersebut menyebabkan pembungaan berlangsung lebih lama dan tidak maksimal sehingga berdampak terhadap hasil produksi.

Kondisi itu kemudian berpengaruh terhadap ketersediaan cabai di tingkat petani dan turut mendorong kenaikan harga di pasaran.

Sebelumnya, sejumlah warga Kayong Utara mengeluhkan harga cabai yang kini berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram, tergantung jenis dan kondisi pasokan.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page