Bupati Romi Wijaya Ajak Warga Tetap Kompak ditengah kesulitan Daerah

Administrator
3 Min Read

Rilis

Kayong Utara, [Radarkalbar] – Di tengah situasi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih berdampak terhadap masyarakat, doa dan kebersamaan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadapi situasi tersebut. 

Ikhtiar tersebut diwujudkan dalam doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar Polres Kayong Utara dan dihadiri para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta diisi penceramah Habib Muhammad Fahmi Almuthahar, di Mako Polres Kayong Utara, Sukadana, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengingatkan pentingnya saling peduli dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat tetap kompak dan bergotong royong menghadapi kondisi sulit tersebut, seraya berharap hujan segera turun di Kayong Utara.

“Hari ini kita dihadapkan dengan darurat kekeringan dan darurat Karhutla, banyak dampak yang dirasakan oleh seluruh masyarakat. Oleh karena itu, momentum hendak kita jadikan sebagai introspeksi diri, untuk tidak egois, tidak mementingkan kepentingan pribadi yang tentunya mengorbankan hajat orang banyak,” ujar Romi.

Menurutnya, kehadiran berbagai unsur dalam peringatan Maulid Nabi tersebut menunjukkan bahwa Kayong Utara memiliki modal sosial yang kuat untuk bersama-sama menghadapi situasi sulit.

“Kita bisa berkumpul semua di sini, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama, semua organisasi membuktikan bahwa kita tetap solid, kompak dan insyaallah Kayong Utara menjadi rumah besar bagi kita semua sebagaimana tagline kita bahwa Kayong Utara ini milik kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Kayong Utara, AKBP Adi Prabowo juga menegaskan, persoalan Karhutla tidak semata-mata harus dilihat sebagai persoalan hukum, tetapi juga sebagai persoalan sosial dan lingkungan yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Masyarakat pun diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta melaporkan aktivitas yang mencurigakan. Menjaga lingkungan, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan melalui semangat gotong royong.

“Kita tidak boleh hanya melihat Karhutla sebagai persoalan penegakan hukum atau pelanggaran tetapi juga sebagai persoalan kemanusiaan dan tanggung jawab bersama, islam mengajarkan kepada kita untuk menjaga bumi dan tidak membuat kerusakan di muka bumi. Karena itu, saya mengajak juga kepada seluruh elemen masyarakat Kayong Utara untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi karhutla ini,” ungkapnya.

“Marilah kita tingkatkan kewaspadaan jangan melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan api tidak terkendali, kepada seluruh komponen masyarakat, mari kita membangun semangat gotong-royong dan kepedulian bersama karena menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau kepolisian tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” tambahnya.

TAGGED:
Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page