Gubernur Kalbar Sebut Kabut Tebal Hambat Water Bombing Padamkan Api Bukit Pramas

Administrator
3 Min Read

Pewarta: Irvan Redaksi : Rizal

KAYONG UTARA, [RadarKalbar]– Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Bukit Pramas, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, belum bisa dilakukan melalui operasi water bombing.

Bukan karena helikopter tidak tersedia. Operasi udara justru terkendala kabut asap tebal dan medan berbukit yang membuat jarak pandang pilot terbatas.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan kondisi tersebut membuat helikopter water bombing yang disiagakan di Ketapang belum dapat melakukan pemadaman di Bukit Pramas secara maksimal dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9/2026).

Menurut Norsan, Kalimantan Barat saat ini memiliki dua unit helikopter water bombing yang masih beroperasi. Satu unit lainnya sebelumnya dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran di Bromo.

“Yang pertama water bombing, nah kita ini ada tadinya tiga water bombing. Yang satu kebetulan membantu di Bromo, kebakaran di Bromo, jadi kita tinggal dua,” kata Norsan.

Satu helikopter disiagakan di Ketapang untuk mendukung penanganan karhutla di Ketapang dan Kayong Utara. Sementara satu unit lainnya berada di Pontianak dan dapat digerakkan ke wilayah lain yang membutuhkan dukungan.

“Yang satu kita standby-kan di Ketapang, yang satu ada di Pontianak, yang untuk manuver di mana-mana gitu, misalnya di Sintang atau di Kapuas Hulu,” ujarnya.

Namun, keberadaan helikopter tersebut belum serta-merta membuat api di Bukit Pramas dapat dipadamkan dari udara.

Kabut asap tebal menjadi kendala utama. Jarak pandang yang terbatas menyulitkan pilot melakukan manuver, terlebih titik kebakaran berada di kawasan berbukit.

Kondisi itu juga berkaitan dengan faktor keselamatan penerbangan. Helikopter membutuhkan jarak pandang yang cukup untuk melakukan manuver sekaligus menjatuhkan air secara tepat ke titik api.

“Kabutnya terlalu tebal, apalagi yang akan dipadamkan di Bukit Pramas, sehingga untuk manuvernya itu agak terganggu dengan bukit tadi. Kalau tadi daerah datar mungkin dia masih bisa berani,” kata Norsan.

Dengan kondisi tersebut, operasi water bombing di Bukit Pramas untuk sementara dihentikan. Helikopter akan kembali dikerahkan ketika jarak pandang di sekitar lokasi dinilai cukup aman untuk melakukan pemadaman.

Norsan memastikan dukungan water bombing tetap disiapkan untuk Kayong Utara.

“Sehingga dia beberapa hari ini mungkin dia tidak operasional dulu, nanti mungkin kalau jarak pandang sudah agak sedikit bagus, dia akan operasional lagi, ini water bombing kita,” pungkasnya.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page