800 Kilogram Garam Ditebar dari Udara, Operasi Modifikasi Cuaca Sasar Pulang Pisau dan Katingan

2 Min Read

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

PALANGKA RAYA, [RADARKALBAR] — Upaya menekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digenjot. Armada penerbangan KLH/BPLH bersama TNI Angkatan Udara bergerak cepat menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang dinilai kritis.

Sebanyak 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) atau garam murni ditebar dari udara pada ketinggian sekitar 6.000 hingga 7.000 kaki. Penyemaian awan tersebut menyasar wilayah Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Katingan, dengan tujuan memicu pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan potensi turunnya hujan.

 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian karhutla yang mengedepankan tindakan cepat di tengah kondisi rawan kebakaran.

 

Operasi tidak dilakukan sendiri. Pengendalian karhutla diperkuat melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan KLH/BPLH, Kementerian Kehutanan, BMKG, BNPB, TNI Angkatan Udara, pemerintah daerah, serta berbagai unsur yang berada di lapangan.

 

Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menghadapi karhutla yang membutuhkan respons terpadu, mulai dari pemantauan kondisi cuaca, penanganan titik rawan, hingga upaya pencegahan meluasnya kebakaran.

 

Dengan penyemaian 800 kilogram garam dari udara, pemerintah berharap hujan dapat segera turun di wilayah sasaran sehingga kondisi lahan menjadi lebih basah dan risiko karhutla dapat ditekan.

 

Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu langkah konkret pemerintah untuk mengantisipasi karhutla sekaligus memperkuat pengendalian bencana berbasis kondisi cuaca dan wilayah.(***)

 

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Exit mobile version