Pewarta: Rizal
Kayong Utara, [Radar Kalbar] – Warga Sukadana Kayong Utara mengeluhkan kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) baik bahan bakar jenis pertalite yang disubsidi pemerintah maupun pertamax.
Dari pantauan dilapangan, SPBU yang selama ini menyalurkan minyak di dekat pelabuhan rakyat di TPI terlihat antrian panjang mencapai 500 meter yang didominasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
Ditengah kabut asap yang belum rendah warga Sukadana harus dihadapi dengan kelangkaan minyak yang membuat warga harus mengelus dada berkali – kali dan menarik napas dalam- dalam namun tetap teratur biar tidak mengalami sesak napas.
Salah satu warga yang sedang mengantri bernama Saipul menuturkan, dirinya telah berada di barisan antri lebih dari 2 jam berdiri diatas kendaraan roda duanya namun belum juga mendapatkan giliran mengisi tangki motor besarnya yang telah memberontak untuk diisi asupan BBM jenis pertalite yang tinggal sedikit lagi.
“Saya kalau hari ini tidak dapat minyak, bisa dipastikan saya berdorong pulang kerumah ini,” ketusnya.
Ia menyayangkan, leading sektor terkait, tidak singgap mengatasi persoalaan kelangkaan minyak sehingga terjadi keresahan ditengah masyarakat
“Ini bagaimana pertamina,sudah puluhan tahun menjadi penyalur minyak, namun tidak bisa menyelesaikan persoalan kelangkaan minyak,”kata dia.
Selain itu, SPBU penyalur BBM jenis pertamax yang berada di Tanjung Belimbing, juga tidak memiliki stok minyak. Sehingga warga pagi – pagi pergi ke sana sudah tutup rapat pagar SPBU tersebut.
