Pewarta: Irvan/ Redaksi: Rizal
KAYONG UTARA, [RadarKalbar] – Sejumlah warga Kayong Utara mendirikan dapur umum untuk membantu para relawan dan petugas pemadam kebakaran menyediakan makanan selama bertugas memadamkan api di Kecamatan Sukadana.
Penggagas dapur darurat Mia, mengatakan, inisiatif itu bermula dari kegelisahannya melihat kebutuhan makanan bagi relawan yang bertugas di wilayah Tanjung Bembing sebagai wujud apresiasi warga setempat kepada para pemadam kebakaran yang telah berjuang berjibaku memadamkan api.
“Kita melihat di sana mungkin sulit untuk menjangkau banyak. Jadi kita ikut membantu mereka membuka di wilayah sini,” kata Mia saat ditemui, Sabtu.
Menurut Mia, dapur tersebut sengaja dibangun sebagai dapur masyarakat. Bukan hanya relawan pemadam karhutla, warga Kabupaten Kayong Utara yang membutuhkan makanan juga dapat memperoleh bantuan selama persediaan masih tersedia.
“Selagi masih tersedia kita melayani. Terutama saya tekankan untuk masyarakat, relawan masyarakat,” ujarnya.
Mia mengatakan dapur itu pada awalnya dibuka atas inisiatif pribadinya. Ia mengaku tidak ingin hanya melihat para relawan bekerja di tengah kepungan karhutla tanpa dukungan kebutuhan dasar.
“Secara pribadi saya buka karena saat itu saya bingung mau siapa yang diajak. Tapi hati saya mau membantu relawan yang ada di atas,” tuturnya.
Seiring berjalan, gerakan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Bantuan juga datang dari sejumlah pihak, termasuk Ibu Bupati Kayong Utara dan para donatur yang memiliki kepedulian terhadap relawan pemadam karhutla.
Dukungan itu kemudian membuat dapur darurat mampu memproduksi makanan dalam jumlah lebih besar. Mia menyebut makanan yang disiapkan telah didistribusikan kepada relawan di lapangan, bahkan mencapai ratusan bungkus.
“Alhamdulillah sampai saat ini kami telah menyediakan makanan untuk para relawan dan sudah didistribusikan. Yang bisa sampai ratusan bungkus,” katanya.
Dapur darurat ini menjadi bentuk gotong royong warga dalam menghadapi karhutla. Saat sebagian relawan berada di garis depan untuk memadamkan api, warga lainnya mengambil peran dengan memastikan kebutuhan pangan mereka tetap terpenuhi.
