Terjebak di Perkebunan Sawit, Induk dan Anak Orangutan Dievakuasi

2 Min Read

KETAPANG, [RadarKalbar] — Seekor induk orangutan bersama anaknya diselamatkan dari kawasan perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Penyelamatan dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Jumat (18/9).

Kedua orangutan sebelumnya dilaporkan masyarakat melalui Call Center BKSDA Kalbar pada Rabu (16/9). Tim kemudian melakukan verifikasi dan menemukan keduanya bertahan di antara sejumlah pohon akasia dengan area sekitar 400 meter persegi.

Kondisi habitat di sekitar lokasi telah terbakar. Area tersebut juga dikelilingi perkebunan kelapa sawit dengan sumber pakan yang terbatas.

Karena ruang hidup semakin sempit dan ketersediaan pakan tidak memadai, tim memutuskan mengevakuasi induk dan anak orangutan tersebut.

Direktur Operasional Program YIARI, Argito Ranting, mengatakan keputusan evakuasi diambil setelah tim memastikan kondisi lapangan dan risiko terhadap kedua orangutan.

“Ketika area yang tersedia sangat kecil dan sumber pakan tidak memadai, risiko bagi orangutan menjadi semakin besar,” ujarnya.

Induk orangutan yang diberi nama Mama Lifa diperkirakan berusia sekitar 15 tahun, sementara anaknya, Lifa, berusia sekitar 1–2 tahun. Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan luka bakar maupun luka lainnya. Namun, suhu tubuh Mama Lifa tercatat mencapai 39,5 derajat Celsius.

Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengapresiasi warga yang cepat melaporkan keberadaan satwa tersebut.

Ia mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan orangutan atau satwa liar lain dalam kondisi terancam, terutama di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat tidak perlu melakukan penanganan sendiri. Cukup sampaikan informasi kepada kami,” katanya.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Exit mobile version