Pewarta: Irvan / Redaksi: Rizal
Kayong Utara, [Radarkalbar] — UPT KPH Wilayah Kayong memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, dengan menyiapkan sumber air melalui pembangunan embung darurat, Sabtu (05/09).
Langkah tersebut dilakukan setelah hasil patroli, groundcheck, dan pemadaman yang dilaksanakan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya kendala keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi rawan karhutla.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, UPT KPH Wilayah Kayong bersama para pihak membuat embung darurat dengan memanfaatkan parit-parit yang memiliki debit air rendah. Air yang tersedia ditampung agar dapat digunakan sebagai sumber air tambahan ketika proses pemadaman diperlukan.
Pembuatan embung darurat tersebut mendapat dukungan dari PT Mayawana Persada berupa satu unit excavator beserta operator. Dukungan alat berat ini digunakan untuk mempercepat penyiapan sumber air di lokasi yang dinilai rawan kebakaran.
Kepala UPT KPH Wilayah Kayong, Ponty Wijaya, melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Indra, menyampaikan apresiasi kepada PT Mayawana Persada atas dukungan tersebut.
“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi adalah kekuatan utama dan air merupakan senjata paling penting dalam pemadaman. Karena itu, kita berupaya menyiapkan air sebelum api datang,” ujar Indra, menyampaikan pesan Kepala UPT KPH Wilayah Kayong.
Upaya kesiapsiagaan tersebut berlangsung bersamaan dengan adanya laporan kebakaran di lokasi lain yang masih berada di Desa Padu Banjar. Setelah menerima laporan, Indra bersama tim KPH Wilayah Kayong segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Kebakaran terjadi di areal penggunaan lain (APL), tepatnya di kebun masyarakat. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari parit yang masih memiliki ketersediaan air cukup, sehingga sumber air tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pemadaman.
Pemadaman juga mendapat dukungan masyarakat setempat. Kepala Desa Padu Banjar bersama warga turut turun langsung ke lapangan membantu upaya pemadaman.
Api berhasil dihentikan dan dipadamkan pada areal sekitar dua hektare. Sementara itu, luas keseluruhan areal yang terbakar masih dalam proses pendataan. Kebakaran tersebut diduga merupakan lanjutan dari kejadian pada hari sebelumnya.
