Kekeringan Hantam 1.116 Hektare Sawah, Begini Strategi Dinas Pertanian KKU

3 Min Read

Pewarta: Irvan/Redaksi : Rizal

KAYONG UTARA, [RadarKalbar]- Kekeringan yang melanda Kabupaten Kayong Utara berdampak serius terhadap sektor pertanian. Berdasarkan hasil pendataan Dinas Pertanian dan Pangan bersama penyuluh pertanian di lapangan, sebanyak 1.116 hektare lahan sawah terdampak kekeringan.

Dari luasan tersebut, sekitar 808 hektare dinyatakan mengalami gagal panen atau puso.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara mengatakan, lahan terdampak tersebar di lima kecamatan, yakni Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang, Seponti dan Tanjung Satai.

“Berdasarkan hasil pendataan dan identifikasi kami, terdapat 1.116 hektare lahan sawah yang terdampak kekeringan. Dari 1.116 hektare tersebut ada gagal panennya sekitar 808 hektare,” ujarnya Rizayani, Kamis, (04/09).

Kondisi terparah salah satunya terjadi di Kecamatan Sukadana. Dari sekitar 700 hektare lahan yang terdampak, sekitar 455 hektare masuk kategori puso.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan menyiapkan langkah pemulihan melalui bantuan benih untuk musim tanam berikutnya.

Bantuan tersebut diberikan melalui dua kegiatan. Pertama, bantuan benih padi reguler untuk lokasi bencana dengan cakupan sekitar 567 hektare dan kebutuhan benih mencapai 14,175 ton.

Kedua, melalui kegiatan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS) dengan cakupan sekitar 549 hektare dan total bantuan benih sebanyak 38,43 ton.

Jika digabungkan, bantuan dari kedua kegiatan tersebut mencakup sekitar 1.116 hektare dengan total benih sekitar 52,6 ton.

Selain bantuan benih, pemerintah juga melakukan mitigasi kekeringan melalui pembangunan irigasi perpompaan atau Irpom.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara mengatakan, saat ini terdapat delapan titik irigasi perpompaan yang dialokasikan di Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir dan Teluk Batang.

Sumber air yang digunakan berasal dari air permukaan maupun air tanah. Untuk irigasi dengan sumber air tanah, pemerintah menerapkan kajian geolistrik terlebih dahulu untuk mengetahui potensi debit dan menentukan titik pengeboran yang sesuai.

“Jadi nantinya kita tidak asal melakukan pengeboran,” kata Novanda.

Dua titik irigasi perpompaan dengan sumber air tanah saat ini berada di Kecamatan Teluk Batang, tepatnya di Sungai Paduan. Sementara titik lainnya menggunakan sumber air permukaan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu petani yang terdampak cuaca ekstrem.

Menurutnya, kondisi gagal panen tidak hanya berdampak pada produksi pertanian, tetapi juga berpotensi menekan pendapatan dan ekonomi keluarga petani.

Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, kata dia, akan terus melakukan langkah pemulihan dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk memberikan dukungan kepada petani terdampak.

“Hal-hal seperti ini adalah salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah khususnya Kabupaten Kayong Utara untuk memberikan dukungan maksimal terutama pada para petani yang hari ini berhadapan dengan cuaca ekstrim,” ujar Maluru Nursalam, saat reporter menemuinya di kantor Dinas Pertanian dan Pangan.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Exit mobile version