Bantuan Presiden 20 Milyar, Warga KKU Ingingkan Maksimalkan Penanganan Karhutla & Kekeringan

Administrator
2 Min Read

KAYONG UTARA, [RadarKalbar]— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Kayong Utara, di antaranya Tajur Belimbing, TPI hingga Pramas, mendorong masyarakat meminta bantuan pemerintah pusat sebesar Rp20 miliar dimaksimalkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Seorang warga Kayong Utara mengatakan, kondisi karhutla saat ini membutuhkan penanganan yang lebih signifikan karena sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau oleh petugas melalui jalur darat.

“Kalau untuk dana segitu besar, untuk saya pribadi selaku masyarakat Kayong Utara, kebakaran ini kan sudah meluas, dari Tajur Belimbing, TPI, Pramas. Kalau mengharapkan tenaga manusia agak kewalahan karena titik api tersebut agak sulit dijangkau,” ujarnya Syafi’i, Kamis (17/09).

Menurutnya, pemanfaatan dana tersebut perlu diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar mendukung percepatan penanganan karhutla, mulai dari penguatan personel dan peralatan hingga penggunaan teknologi pemadaman dari udara untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

“Harapan kami sebagai masyarakat minta tindakan yang agak signifikan seperti bantuan pengebom air dari helikopter atau melalui udara, supaya lebih kena titik api dan lebih akurat,” katanya.

Selain penanganan langsung di lapangan, warga juga berharap sebagian dana dapat dimanfaatkan untuk melindungi masyarakat yang terdampak karhutla dan asap. Bentuknya dapat berupa penyediaan alat pelindung diri (APD), sembako, minuman, serta distribusi air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Dengan biaya tersebut, kemungkinan bisa juga kita melakukan pengadaan APD untuk masyarakat yang terdampak asap atau bantuan sembako. Masyarakat yang tidak bisa turun ke lapangan atau ladang mereka yang rusak, kita bantu dengan sembako, minuman atau kita supply air bersih ke rumah-rumah warga yang tidak terjangkau,” ujarnya.

Ia berharap dana Rp20 miliar tersebut benar-benar digunakan secara tepat sasaran untuk mempercepat pemadaman, memperkuat penanganan di lapangan, sekaligus mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page