Redaksi: Rizal komarudin
Kayong Utara, [Radarkalbar]— Musim kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah justru menjadi berkah bagi sebagian penjual air bersih. Permintaan air meningkat tajam karena warga kesulitan mendapatkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satu penjual air yang enggan disebut namanya mengatakan, ia biasanya mengantarkan air dari subuh hingga malam, tidak main – main, ia bisa mendapatkan pendapatan kotor hingga Rp600.000 setiap harinya.
“Alhamdulillah bang, kalau saya ngantar air dari subuh hingga malam biasanya dapat 5 sampai 6 ret saya bang,” kata salah satu penjual air yang enggan disebut namanya tersebut.
Dirinya menceritakan, jika rute penjualan airnya hanya di sekitar kecamatan Sukadana saja, sehingga bisa mengangkut lebih banyak air.
“Tong yang saya bawak dimobil itu 2000 liter, menggunakan mesin dan selang panjang untuk menjangkau rumah pelanggan saya,” kata dia.
Ia mengakui biasanya membeli air di Desa Pampang yang tidak jauh ke pusat kota. Namun, seiring waktu, banyak mobil juga yang ngantri panjang untuk mengisi air.
“Mobil banyak yang ngantri sekarang, jadi tidak bisa dapat banyak lagi sekarang,” tambahnya.
