Harga Cabai Meledak Rp200 Ribu, Warga Kayong Utara Menjerit

2 Min Read

Pewarta: Irvan/ Redaksi: Rizal

KAYONG UTARA, [RadarKalbar]– Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mulai membuat warga kelimpungan. Lonjakan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai yang kini menembus Rp200 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp70 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut membuat harga cabai melonjak hampir tiga kali lipat. Kondisi ini dirasakan langsung masyarakat karena cabai menjadi salah satu kebutuhan dapur yang sulit dipisahkan dari konsumsi sehari-hari.

Tak hanya cabai, harga sejumlah sayuran juga ikut mengalami kenaikan. Harga timun yang sebelumnya berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram, kini mencapai sekitar Rp15 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut mulai menekan pengeluaran rumah tangga. Warga mengaku harus mengurangi pembelian atau menghemat penggunaan bahan pangan agar kebutuhan lainnya tetap terpenuhi.

Diana, warga Desa Sutera, mengatakan kenaikan harga mulai terasa dalam belanja kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengeluaran rumah tangga semakin besar, sementara kebutuhan pokok harus tetap dipenuhi.

“Saya berharap kembali normal, dan pemerintah bisa mengadakan kembali pasar murah,” ujarnya, Jumat (25/9/2026).

Keluhan serupa disampaikan Aqmalia, warga Desa Pangkalan Buton. Ia berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi harga kebutuhan pokok agar tidak semakin membebani masyarakat.

“Sangat berat, mau makan sambal pun sekarang harus irit,” katanya.

Warga meminta pemerintah tidak hanya memantau harga di pasar, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan dan mengambil langkah konkret apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Bagi warga, kenaikan harga bahan pangan bukan sekadar angka di pasar. Setiap kenaikan langsung berdampak pada isi dapur dan pengeluaran keluarga.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan langkah stabilisasi, termasuk menggelar operasi pasar atau pasar murah, terutama jika kenaikan harga terus berlanjut.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Exit mobile version