Di Tengah Klaim Tidak Ada Korban, Beredar Kabar di Media Sosial Diduga Korban Karhutla di KKU.

2 Min Read

Pewarta: Irvan / Redaksi: Rizal

KAYONG Utara, [RadarKalbar] — Unggahan di media sosial mengenai meninggalnya tiga pasien di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mendadak viral dan memicu keprihatinan publik. Peristiwa tersebut beredar luas di tengah memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa tiga pasien terdiri dari seorang bayi, balita, dan remaja meninggal dunia akibat mengalami bronkopneumonia.

“Sudah 3 pasien saya meninggal karena bronkopneumonia, dok. 1 bayi, 1 balita, 1 remaja. Sudah berbulan2 kami d Kalimantan dikepung kebakaran dimana2,” tulis akun X @ajeng***, seperti dikutip dari media Pontianak Post.

“Asap mengepul tiada henti. ISPU sampai di atas 1000, racun yg kami hirup. Nakes mulai sakit. Tolong bantu kami, minimal bantu doa ya. Smg segera hujan. Smg musibah ini segera berakhir,” lanjut tulis akun X @ajeng***.

Kabar ini mencuat saat kualitas udara di Kabupaten Kayong Utara masuk dalam kategori berbahaya dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebelumnya Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kayong Utara mengklaim bahwa tidak ada korban akibat kabut asap dan kematian ketiga pasien masih harus ditelusuri lebih lanjut melalui rekam medis serta hasil laboratorium.

Kepala Dinkes Kayong Utara, dr. Siska, memastikan belum ada temuan kasus kematian yang murni disebabkan oleh ISPA sebagai faktor tunggal. Menurutnya, polusi udara akibat karhutla lebih berperan memperberat kondisi pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit berat sebelumnya.

“Kematian yang disebabkan secara langsung oleh ISPA sebagai penyebab tunggal tidak ada. Namun, kondisi udara yang tercemar asap memang dapat memperburuk kondisi pasien yang sudah sakit berat,” kata dr. Siska.

Cuitan di medsos tersebut menjadi viral karena diduga berasal dari Dokter Spesialis yang bekerja di RS Djamaluddin. Namun saat dikonfirmasi apakah ada korban karena ISPA, ia enggan berkomentar.

“Maaf ya saya tidak dapat berkomentar,” ujar Ajeng, saat mengkonfirmasi, Sabtu (03/10).

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Exit mobile version