Pewarta: Irvan / Redaksi: Rizal
KAYONG UTARA [RadarKalbar]— Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara (KKU) memastikan belum menemukan kasus kematian yang secara langsung disebabkan oleh Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai penyebab tunggal.
Kepala Dinas Kesehatan KKU, dr. Siska, mengatakan polusi udara akibat asap karhutla tetap berpotensi memperburuk kondisi pasien yang sebelumnya telah mengalami penyakit berat.
“Kematian yang disebabkan secara langsung ISPA sebagai penyebab tunggal tidak ada. Namun, kondisi udara yang tercemar asap memang dapat memperburuk kondisi pasien yang sudah sakit berat,” kata dr. Siska, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, untuk memastikan penyebab kematian secara lebih spesifik tetap diperlukan pemeriksaan medis dan laboratoris.
Pasca-karhutla, Dinkes KKU juga masih melakukan pemantauan terhadap kasus ISPA di masyarakat. Selain itu, diare turut menjadi perhatian karena sejumlah wilayah mengalami keterbatasan air bersih.
“Pasca-karhutla kami tetap melakukan pemantauan atas kasus ISPA, juga diare karena banyak daerah kekurangan air bersih. Kami juga mulai mewaspadai DBD,” ujarnya.
Dinkes mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan mewaspadai gejala penyakit yang berpotensi meningkat setelah periode karhutla, terutama di tengah persoalan kualitas udara dan keterbatasan air bersih.
