Pewarta:Ervan Redaksi : Rizal
KAYONG UTARA, [RadarKalbar]– Akurasi data penerima bantuan sosial di Kabupaten Kayong Utara kembali dipertanyakan.
Seorang warga Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Achmad, mengaku terkejut setelah mengetahui dirinya tercatat dalam Desil 8 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Achmad, data tersebut tidak sesuai dengan kondisi keluarganya yang sebenarnya.
Dalam data yang tercantum di aplikasi, rumah Achmad disebut sebagai bangunan milik sendiri dengan lantai keramik, dinding tembok, atap seng, memiliki kloset leher angsa, televisi layar datar, kulkas, hingga sepeda motor.
Namun, kondisi rumah Achmad di lapangan justru berbeda.Rumah tersebut terlihat sederhana. Tiangnya menggunakan kayu bulat, dindingnya berupa papan atau kayu bekas, sementara sebagian lantainya masih berupa tanah dan papan.
Achmad juga mengatakan, tanah tempat rumahnya berdiri bukan miliknya sendiri. Ia hanya menumpang di atas tanah milik orang lain.
“Saya sangat terkejut ketika melihat data saya masuk Desil 8. Kalau memang dilakukan pendataan dan melihat langsung kondisi rumah, seharusnya bisa diketahui bagaimana keadaan saya sebenarnya,” ujar Achmad, Rabu (30/09).
Perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari kondisi bangunan. Dalam aplikasi, rumah Achmad tercatat memiliki lantai terluas berupa keramik, dinding tembok, serta fasilitas buang air besar yang digunakan keluarga sendiri dengan kloset leher angsa.
Sementara kondisi rumah yang terlihat di lapangan tidak menunjukkan gambaran seperti yang tercatat dalam data tersebut. Data mengenai kepemilikan aset juga dipertanyakan Achmad karena menurutnya tidak menggambarkan kondisi keluarganya saat ini.
Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai proses pendataan dan verifikasi.
