BPBD Kayong Utara dan Yon TP 538, Siapkan Sumber Air Baru di Tengah Darurat Kekeringan  

Administrator
4 Min Read

KAYONG UTARA, [Radarkalbar]— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara bersama prajurit Yonif TP 538/Tawang Alun mengoptimalkan sumber air baru di kawasan zona pemanfaatan tradisional Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di tengah status tanggap darurat kekeringan yang melanda wilayah tersebut.

Kepala BPBD Kayong Utara, Fatul Bahri, mengatakan sumber air yang berada di Dusun Tanjung Belimbing tersebut akan dimanfaatkan untuk mengisi mobil tangki sebelum air didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hari ini kami menginisiasi untuk mengalirkan air dari sumber yang ada di sekitar kawasan zona pemanfaatan tradisional Taman Nasional Gunung Palung, tepatnya di Dusun Tanjung Belimbing. Sumber air ini kami optimalkan di saat tanggap darurat kekeringan yang ada di Kabupaten Kayong Utara,” kata Fatul.

Menurutnya, langkah tersebut diambil karena ketersediaan sumber pengisian air bagi armada mobil tangki mulai berkurang. BPBD dan Yon TP 538 Tawang Alun, kemudian mencari alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang distribusi selama masa tanggap darurat.

Dalam pelaksanaannya, BPBD mendapat dukungan personel dari Yonif TP 538/Tawang Alun yang sedang berada di Kayong Utara dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebanyak 20 personel dikerahkan untuk membantu pengerjaan instalasi sumber air tersebut. Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan ditargetkan selesai pada malam hari.

“Kami tentu tidak bekerja sendiri. Hari ini kami dibantu teman-teman dari Yonif TP 538/Tawang Alun yang BKO di sini untuk menghadapi karhutla. Targetnya, pekerjaan ini selesai dalam satu hari,” ujar Fatul.

Fatul menjelaskan, air dari sumber tersebut nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan distribusi air bersih selama masa tanggap darurat kekeringan. Sumber pendanaan kegiatan berasal dari anggaran tanggap darurat kekeringan melalui APBD Kabupaten Kayong Utara.

Meski debit air yang tersedia relatif terbatas, BPBD menilai sumber tersebut tetap penting sebagai alternatif pengisian armada mobil tangki.

“Minimal beberapa truk bisa kita isi di sini. Air ini nantinya bisa digunakan untuk daerah Sukadana, Simpang Hilir, dan Teluk Batang. Tidak menutup kemungkinan kawan-kawan yang ingin menyumbang atau mendonasikan air juga bisa mengisi di sini secara gratis,” katanya.

Sementara itu, Dani, salah seorang masyarakat setempat yang turut membantu proses pemasangan jaringan pipa, mengatakan masyarakat bersama personel TNI ikut terlibat dalam pemasangan pipa berbahan high-density polyethylene (HDPE) untuk mengalirkan air dari sumber menuju titik distribusi yang lebih dekat dengan permukiman.

Ia menyebut hasil pengukuran awal menunjukkan debit sumber air mencapai sekitar 12,8 liter per detik. Namun, dengan penggunaan pipa HDPE berdiameter dua inci, debit air yang dapat dimanfaatkan diperkirakan hanya sekitar 1,8 liter per detik.

“Kalau masalah cukup, memang tidak akan cukup. Kalau total kebutuhan untuk ibu kota Sukadana saja, kita membutuhkan sekitar 40 sampai 48 liter per detik. Hasilnya masih kurang jauh, tetapi untuk mengatasi bencana, untuk sementara ini masih cukup,” ujar Dani.

Dengan keterbatasan debit tersebut, sumber air baru ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi sementara untuk mengurangi tekanan kebutuhan air bersih masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung.

BPBD Kayong Utara juga terus mengoptimalkan sumber-sumber air yang memungkinkan untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat, khususnya wilayah yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page