Kayong Utara, [Radar Kalbar.com] – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, mencatat setidaknya ada 1.127 orang yang terdampak Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) selama terjadinya kebakaran hutan dan lahan di negeri bertuah tersebut.
Menurut Kepala Bidang P2P di Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Frasiska Wardiani menuturkan, kasus ISPA terbanyak terjadi pada bulan Agustus, ketika karhutla semakin marak terjadi di setiap wilayah dan merata di setiap kecamatan yang ada. selaku Kepala Bidang P2P.
“Kenaikan signifikan terjadi pada bulan Agustus,” ujarnya yang juga Kepala Bidang P2P kata dia pada Kamis (27/8).
Menurutnya, kebakaran Hutan dan Lahan menjadi penyebab utama dalam melonjak kasus ISPA di Kayong Utara.
“Kami sudah meminta seluruh Faskes melakukan kewaspadaan dini terhadap kasus kenaikan ISPA dengan edukasi dan dan pembagian masker,” katanya.(Rizal)
Ia menjelaskan, gejala ISPA yang biasa terjadi, ditandai dengan batuk, demam tinggi dan mengalami sesak kepada penderitanya.
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada musim pancaroba atau saat kualitas udara memburuk. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih berisiko pada anak-anak, lansia, perokok, serta orang dengan penyakit kronis atau daya tahan tubuh lemah.
“Jika mengalami gejala tersebut segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat,” ucapnya. (Rizal)
